SUMBA BARAT — Tim Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berkolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama warga UPT Weemaringi, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat pada Senin, 29 September 2025.
Kehadiran tim riset ini bertujuan untuk memetakan kondisi eksklusif kawasan transmigrasi sekaligus merancang strategi pengembangan komoditas unggulan secara komprehensif dari hulu ke hilir.
Kegiatan yang berlangsung secara partisipatif ini mempertemukan warga setempat, perangkat RT, serta para peneliti UGM guna membahas tantangan riil yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari maupun sektor produktif.
Berdasarkan pemaparan Koordinator Lapangan Ekspedisi Patriot UGM, Muhammad Alif Al Hakim, riset yang berjalan dari Agustus hingga Desember 2025 ini terbagi ke dalam dua fokus utama. Tim Output 1 berfokus pada evaluasi kawasan dan pendataan sosial-infrastruktur, sementara Tim Output 2 memegang misi merancang peta jalan (roadmap) investasi dan korporasi komoditas unggulan lokal.
Dalam sesi diskusi terbuka, Ketua RT UPT Weemaringi, Wengoro Tagu, mendorong warga untuk menyampaikan kondisi dan hambatan di lapangan secara transparan. Pertanian padi gogo diakui sebagai penopang ekonomi utama warga, namun pengembangannya terkendala oleh minimnya ketersediaan alat mesin pertanian seperti traktor, alat giling, serta sulitnya akses jalan menuju area ladang.
Selain itu, permasalahan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan harian maupun pertanian menjadi salah satu sorotan mendesak yang disuarakan oleh warga.
Berbagai aspirasi sektoral turut mengemuka sepanjang dialog interaktif tersebut. Warga mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung yang lebih dekat dengan permukiman, meliputi pengadaan posyandu pembantu, penataan ulang fasilitas pendidikan dasar dan PAUD, hingga penambahan sarana ibadah.
Di sektor peternakan dan perkebunan, warga mengharapkan adanya pasokan pakan ternak yang memadai, bibit unggul, serta bantuan peralatan untuk kelompok perajin tenun perempuan.
Menanggapi berbagai catatan tersebut, tim UGM memastikan bahwa seluruh masukan substantif dari warga akan dihimpun secara sistematis.
Data lapangan ini nantinya akan diteruskan dalam bentuk rekomendasi program penanganan infrastruktur serta usulan alokasi anggaran kepada kementerian dan dinas teknis terkait agar pembangunan kawasan transmigrasi UPT Weemaringi dapat tepat sasaran.