Banyak dari kita yang langsung membayangkan Raja Ampat atau Labuan Bajo saat merencanakan liburan ke Indonesia bagian timur. Namun ada kota di tanah Papua yang menyimpan sejuta pesona alam dan budaya; wisatawan belum banyak mengunjunginya. Lagu berjudul ‘Dari Sabang Sampai Merauke’ karya R. Kity Nababan mengenalkan Merauke kepada pendengar. Kity Nababan, “Dari Sabang Sampai Merauke”, menyimpan keindahan luar biasa yang siap membius siapa saja yang datang berkunjung.
Saya, seorang traveler yang gemar menjelajah sisi lain Nusantara, menganggap Merauke menawarkan pengalaman otentik yang jarang ditemukan di destinasi komersial lain.
Mulai dari savana luas ala Afrika, pantai eksotis berpasir kemerahan, hingga struktur arsitektur megah bernuansa futuristik, semuanya berpadu harmonis di kabupaten terluas di Indonesia ini.
Jika Anda berencana memasukkan Merauke ke dalam bucket list perjalanan Anda berikutnya, berikut adalah rangkuman 10 destinasi wisata di Merauke terbaik yang wajib Anda jelajahi langsung dari sudut pandang seorang pelancong.
1. Tugu Lingkaran Brawijaya (Tugu Libra)

Perjalanan saya di Merauke dimulai dari titik nol kotanya, yaitu Tugu Lingkaran Brawijaya atau yang akrab disebut warga lokal sebagai Tugu Libra.
Berdiri megah setinggi kurang lebih 18 meter di persimpangan Jalan Brawijaya, Jalan Parakomando, dan Jalan TMP Trikora, tugu ini diresmikan pada tahun 2013 dan kini menjadi ikon kebanggaan kota.
Yang menarik, saat dilihat pada malam hari, kilau angka 1902. Angka itu menunjukkan tahun awal interaksi Merauke dengan dunia luar.
Di puncaknya terdapat miniatur bola dunia sebagai simbol Merauke siap menjadi kota global. Ukiran motto ‘Izakod Bekai Izakod Kai’ terletak di bagian bawah, bermakna ‘satu hati, satu tujuan’. Tempat ini sangat cocok untuk berfoto santai sekaligus memahami filosofi awal masyarakat setempat.
Mau berkunjung? Selengkapnya silakan cek: Tugu “Libra 969” Lingkaran Brawijaya
2. Pantai Lampu Satu

Ingin menikmati senja tanpa harus pergi jauh dari pusat kota? Anda hanya perlu berkendara sejauh 3 kilometer saja untuk tiba di Pantai Lampu Satu.
Keberadaan sebuah menara suar atau mercusuar tunggal menjadi asal nama pantai ini. Dahulu, ia berfungsi sebagai pemandu navigasi bagi kapal-kapal yang berlayar di malam hari.
Pantainya sangat landai dengan ombak yang relatif tenang. Pasirnya bercampur lumpur halus, sehingga airnya tampak berwarna cokelat alami.
Berjalan santai di sepanjang pesisir sembari menikmati semilir angin laut. Rindangnya pohon-pohon di sekitar pantai menambah ketenangan instan. Kepenatan rutinitas harian terasa hilang.
Mau berkunjung, silakan cek dulu: Pantau Lampu Satu Merauke
3. Pantai Onggaya
Pantai Onggaya menawarkan destinasi yang tidak boleh dilewatkan bagi pencinta panorama pantai berpasir putih bersih dengan sentuhan unik kemerahan. Berhadapan langsung dengan bentangan luas Laut Arafuru, ombak di pantai ini terasa jauh lebih megah dan menantang.
Kehadiran hutan bakau yang tumbuh subur di sekitar garis pantai berfungsi sebagai penahan alami hantaman ombak. Waktu terbaik berkunjung tentu saja menjelang sore hari, di mana langit senja memantulkan gradasi warna jingga keemasan yang luar biasa indah.
Sembari menikmati matahari terbenam, Anda bisa mencicipi kuliner lokal andalan di warung sekitar, yakni ikan bakar segar dengan racikan bumbu khas warga pesisir Merauke yang menggugah selera.
4. Danau Rawa Biru
Terletak di dalam kawasan pelestarian Taman Nasional Wasur, perjalanan menuju Danau Rawa Biru memakan waktu sekitar dua jam dari pusat kota Merauke. Barisan pepohonan hijau lebat dan kicauan burung liar yang bersahutan menyambut Anda sepanjang perjalanan.
Danau ini bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan sumber kehidupan utama penyedia pasokan air bersih bagi wilayah Merauke.
Suasana hening, udara sejuk, serta hamparan air yang jernih menjadikan tempat ini surga tersembunyi bagi siapa saja yang ingin melakukan refleksi diri atau sekadar menikmati kedamaian alam liar Papua.
5. Taman Nasional Wasur
Merauke ternyata memiliki “Savana Afrika” versi Nusantara. Di Taman Nasional Wasur, Anda akan disuguhi padang rumput sabana yang sangat luas, dilindungi oleh ekosistem rawa-rawa serta hutan bakau yang asri.
Kawasan konservasi ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa tinggi. Jika beruntung, Anda bisa menjumpai burung cendrawasih raja, kasuari, hingga kanguru darat Papua yang berkeliaran di habitat aslinya.
Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, pastikan kamera Anda dalam kondisi prima untuk mengabadikan lanskap alam yang dramatis ini.
6. Pulau Habe

Ingin merasakan sensasi berlibur ke luar negeri tanpa harus pasporan? Pulau kecil bernama Pulau Habe ini sering dijuluki sebagai “Rio de Janeiro-nya Merauke” karena memiliki monumen patung Yesus berukuran raksasa yang berdiri megah di atasnya.
Untuk mencapai pulau eksotis ini, saya harus menaiki speed boat selama kurang lebih 30 menit dari titik penyeberangan. Air lautnya yang jernih kebiruan serta pasir pantainya yang bersih membuat lelah perjalanan seketika terbayar lunas.
Konon, menurut cerita lokal, pulau ini dulunya menyatu dengan daratan utama Papua sebelum akhirnya terpisah akibat peristiwa alam di masa lampau.
Mau berkunjung, silakan baca dulu: Pulau Habe Merauke
7. Lotus Garden
Jika Anda mencari tempat bersantai dengan lanskap hijau yang tertata rapi, Lotus Garden di Distrik Muramsari adalah jawabannya.
Gazebo-gazebo kayu mengelilingi kolam luas; bunga teratai cantik menghiasi kolam itu, sehingga pengunjung bisa melepas lelah.
Tempat ini juga menyediakan jalur trekking khusus bagi wisatawan yang ingin berjalan-jalan santai menyusuri area hutan kecil di sekitarnya.
Suasana yang teduh, asri, dan jauh dari kebisingan kota menjadikan Lotus Garden spot favorit keluarga untuk menghabiskan waktu sore.
8. Pantai Payum
Berlokasi tidak jauh dari Pantai Lampu Satu, Pantai Payum menawarkan atmosfer pesisir yang kental dengan kehidupan masyarakat nelayan tradisional.
Saat air surut, garis pantainya terlihat sangat luas membentang, memperlihatkan aktivitas warga lokal yang ramah.
Di sini, Anda bisa berinteraksi langsung dengan para nelayan tradisional yang baru saja pulang melaut. Kesempatan membeli hasil tangkapan ikan segar secara langsung tentu memberikan pengalaman kultural tersendiri yang sangat berharga selama berada di Merauke.
9. Monumen Kapsul Waktu
Bagi penggemar arsitektur modern dan futuristik, Monumen Kapsul Waktu wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda. Bentuk bangunan monumen yang diresmikan pada 2015 ini menyerupai markas Avengers besar dalam film fiksi ilmiah.
Monumen berbentuk huruf ‘A’ besar ini berdiri di lahan 2,5 hektar dan menyimpan impian anak-anak Indonesia dari Sabang hingga Merauke; kami membukanya di masa depan.
Taman yang tertata rapi dan sangat bersih mengelilingi kompleks monumen ini, menjadikannya salah satu spot swafoto paling ikonik di ujung timur Indonesia.
10. Rumah Rayap Musamus
Destinasi terakhir ini benar-benar unik dan hanya bisa Anda temukan di Merauke, tepatnya di kawasan Distrik Kurik. Musamus adalah sebutan lokal untuk sarang rayap raksasa.
Campuran tanah liat, pasir kuarsa, dan lumpur membentuk sarang itu, dan air liur serta kotoran rayap memperkuatnya.
Sarang-sarang ini dapat tumbuh menjulang tinggi hingga mencapai 5 meter dan menyerupai candi-candi kecil purba. Fenomena arsitektur alami ciptaan serangga ini terbukti mampu bertahan hingga puluhan tahun lamanya di tengah alam liar Papua, menjadikannya objek studi sekaligus objek wisata edukasi yang sangat menakjubkan.
Tips Singkat Perjalanan ke Merauke ala Traveler
- Waktu Terbaik Berkunjung: Pilih bulan-bulan di musim kemarau (sekitar bulan Mei hingga Oktober) agar akses transportasi darat menuju kawasan wisata seperti Taman Nasional Wasur jauh lebih lancar.
- Akomodasi dan Transportasi: Anda bisa dengan mudah merencanakan perjalanan, memesan tiket pesawat, hingga menyewa kendaraan lokal dengan aman melalui jasa lokal atau platform terpercaya.
- Etika Lokal: Selalu junjung tinggi adat istiadat dan izin kepada warga setempat ketika memasuki wilayah perkampungan tradisional atau kawasan adat di Papua.
Merauke bukan sekadar titik geografis terjauh di peta Indonesia, melainkan sebuah rumah bagi keindahan alam yang tulus dan kebudayaan yang kaya. Jadi, kapan Anda mulai menyusun itinerary petualangan ke bumi Anim Ha ini?