loaderimg
image

Checkout Kampung Adat Waru Wora Watch Video

Waru Wora adalah salah satu kampung adat di Kecamatan Lamboya yang masih aktif menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai tradisi leluhur. Kampung ini menjadi pusat aktivitas budaya masyarakat setempat sekaligus objek yang kerap dikunjungi lembaga pendidikan dan kebudayaan untuk riset.

Seperti kampung-kampung adat lain di Sumba Barat, Waru Wora memiliki rumah adat (uma) beratap menara tinggi yang mencerminkan kosmologi masyarakat penganut kepercayaan asli Marapu, serta kubur batu megalitik yang menyatu dengan lanskap permukiman. Kampung ini bukan situs museum — warganya masih tinggal dan menjalankan ritual di sana, sehingga kunjungan bersifat partisipatif dan menuntut kesadaran akan etika adat.

Lokasi strategis: Waru Wora berada tak jauh dari Pantai Marosi, sehingga wisatawan sering menggabungkan kunjungan budaya ke kampung ini dengan wisata bahari di Desa Patiala Bawa dalam satu perjalanan.

  • Yang perlu diketahui pengunjung:
  • Kunjungan sebaiknya didampingi pemandu lokal atau tokoh kampung agar sesuai etika dan tidak mengganggu aktivitas adat yang sedang berlangsung.
  • Sebagian area dan waktu tertentu bersifat tertutup untuk umum, terutama saat ritual adat dilangsungkan — konfirmasi terlebih dahulu sangat dianjurkan.
  • Belum ada fasilitas wisata formal (loket, toilet, area parkir khusus); kunjungan bersifat menghargai kehidupan masyarakat apa adanya.
  • Pengunjung perlu berkomunikasi dengan Pokdarwis setempat sebagai guide untuk menyesuaikan diri dengan adat kampung Yaru Wora.

Frequently Asked Questions

Daya tarik utamanya adalah deretan rumah adat beratap menara tinggi (uma) khas Sumba, kuburan batu megalitik kuno, serta kesempatan melihat langsung kehidupan sehari-hari dan ritual warga penganut kepercayaan asli Marapu.

Umumnya tidak ada tarif tiket masuk resmi. Pengunjung biasanya diharapkan memberikan donasi atau sumbangan sukarela kepada tokoh adat atau pengelola lokal sebagai bentuk apresiasi.

Ya, sangat disarankan. Kunjungan sebaiknya didampingi pemandu lokal atau tokoh kampung agar Anda mengetahui etika adat yang berlaku dan tidak mengganggu aktivitas atau ritual warga yang sedang berlangsung.

Belum ada fasilitas wisata formal seperti loket, toilet khusus wisatawan, atau area parkir khusus. Kunjungan ke sini bersifat autentik untuk menghargai kehidupan masyarakat adat apa adanya.

Tidak selalu. Ada area dan waktu tertentu yang bersifat tertutup untuk umum, terutama saat ritual adat sedang dilangsungkan. Sangat dianjurkan untuk melakukan konfirmasi melalui pemandu sebelum berkunjung.

Tambah Ulasan

Cleanliness

Service

Ambience

Price

Browse

Your review is recommended to be at least 140 characters long

image

Oktober, 2026

17

Sabtu

    Closed Now

August 26,2019

  • Tuesday
  • 9:00am - 10:00am
  • Ryan Ariyanto
Appointment confirmation email will be sent upon approval.

Awesome Job!

We have received your appointment and will send you a confirmation to your provided email upon approval.

Lihat semua jam buka
  • Senin09:00 AM - 05:00 PM
  • Selasa09:00 AM - 05:00 PM
  • Rabu09:00 AM - 05:00 PM
  • Kamis09:00 AM - 05:00 PM
  • Jumat09:00 AM - 05:00 PM
  • Sabtu09:00 AM - 05:00 PM
building Pemilik atau bekerja di sini? Klaim Sekarang! Klaim Sekarang!
image