Karaja adalah motif tenun tradisional khas Sumba Barat yang otentik dari wilayah Rua dan Lamboya — dikerjakan oleh para penenun lokal menggunakan bahan serat alami, mengikuti pola dan makna budaya yang diwariskan turun-temurun. Bagi masyarakat Sumba Barat, tenun ini bukan sekadar produk tekstil, melainkan penanda identitas budaya sekaligus sumber penghidupan.
Produksi tenun Karaja dikoordinasikan oleh Kelompok Tenun Karaja Laboya, yang telah memberdayakan ratusan penenun di sembilan desa di Kabupaten Sumba Barat. Kelompok ini mendapat dukungan langsung dari Bank Indonesia Perwakilan NTT berupa sarana produksi dan peralatan pengemasan, sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM tenun ini menuju pasar yang lebih luas — termasuk kesiapan ekspor.
1. Penggunaan serat alami menjadi nilai tambah di segmen pasar produk berkelanjutan (sustainable fashion).
2. Sudah terjalin business matching dengan sektor perhotelan lokal (termasuk kerja sama senilai ratusan juta rupiah dengan salah satu hotel di Sumba), membuka peluang kemitraan B2B di luar penjualan langsung ke wisatawan.
3. Turut dipromosikan lewat katalog tenun yang disusun bersama komunitas diaspora Sumba (IKBS Jabodetabek) dan Fakultas Ilmu Budaya UI, memperluas jangkauan pengenalan motif Karaja ke pasar nasional.
4. Melibatkan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai penenun utama di rumah tangga.
Produk ini dapat diakses melalui kelompok penenun binaan di Sumba Barat maupun melalui pameran dan katalog yang telah disusun. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Lamboya, mampir langsung ke sentra tenun bisa menjadi bagian dari paket wisata budaya sekaligus mendukung ekonomi penenun lokal secara langsung.
Sentra produksi tersebar di 9 desa di Kabupaten Sumba Barat, berpusat di wilayah Rua dan Lamboya
Oktober, 2026
Sabtu
August 26,2019
Awesome Job!
We have received your appointment and will send you a confirmation to your provided email upon approval.